Layanan penyeberangan lintasan Ketapang–Gilimanuk kembali berjalan normal setelah sempat mengalami penundaan pada Minggu (6/9) sore. Penundaan berlangsung sekitar pukul 16.15 hingga 17.34 WITA di tengah penyampaian aspirasi dari asosiasi sopir terkait kondisi layanan penyeberangan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan aspirasi tersebut berkaitan dengan kepadatan antrean kendaraan logistik serta pola operasional kapal yang berlangsung dalam sekitar dua pekan terakhir.
“Penundaan tersebut berlangsung di tengah penyampaian aspirasi dari asosiasi sopir terkait kepadatan antrean kendaraan logistik dan pola operasional kapal yang terjadi dalam sekitar dua minggu terakhir,” kata Heru saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (7/9).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, ASDP bersama asosiasi sopir, regulator, kepolisian, dan pemangku kepentingan terkait melakukan koordinasi. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah komitmen bersama yang ditujukan untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan serta mengantisipasi gangguan operasional.
Heru menambahkan kondisi di lapangan kembali kondusif sekitar pukul 17.30 WITA pada Minggu (6/9). Setelah itu, layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk kembali beroperasi secara normal.










