Meski belum dilaporkan masuk ke Indonesia, otoritas kesehatan India saat ini tengah berpacu membendung penyebaran virus Nipah (NiV), patogen mematikan yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan spesifik. Sedikitnya lima kasus terkonfirmasi dilaporkan muncul di negara bagian Benggala Barat, India, memicu kewaspadaan nasional dan internasional.
Berdasarkan laporan The Indian Express per 26 Januari 2026, pemerintah India telah mengarantina sekitar 100 orang yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi guna mencegah perluasan penularan. Dari lima kasus tersebut, tiga di antaranya merupakan tenaga kesehatan, yakni dua perawat dan satu dokter. Dua perawat yang bertugas di Kolkata dilaporkan berada dalam kondisi kritis, sementara upaya pelacakan kontak dan penguatan protokol kesehatan terus dilakukan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui laman resminya mengategorikan virus Nipah sebagai patogen prioritas karena memiliki potensi wabah yang tinggi serta tingkat kematian yang signifikan. Virus ini diketahui ditularkan oleh kelelawar buah dari genus Pteropus dan dapat menginfeksi manusia melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi atau kontak langsung dengan hewan maupun manusia yang terinfeksi. Secara klinis, infeksi virus Nipah menunjukkan spektrum gejala yang luas, mulai dari tanpa gejala, gangguan pernapasan akut, hingga ensefalitis yang dapat berujung fatal.
Merespons perkembangan tersebut, sejumlah negara di kawasan Asia mulai meningkatkan langkah kewaspadaan. Thailand dilaporkan telah menerapkan skrining kesehatan terhadap pelancong yang datang dari India, khususnya dari wilayah Benggala Barat, sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan masuknya virus, sebagaimana dilaporkan Kompas.com.
Indonesia juga mengambil langkah antisipatif. Melalui laman resmi infeksiemerging.kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan peringatan dini terkait perkembangan kasus virus Nipah di India sejak 13 Januari 2026. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan fasilitas layanan kesehatan, memperkuat sistem surveilans, serta mengedukasi masyarakat terkait risiko penularan penyakit infeksi emerging.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan kasus terkonfirmasi virus Nipah di Indonesia. Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan berat atau gangguan saraf, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah terdampak.










