Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Bali berlangsung meriah dengan digelarnya Karnaval Budaya di kawasan Dalung, Badung Utara, Minggu (7/9). Kegiatan ini menghadirkan nuansa kebersamaan lintas etnis dan budaya yang hidup berdampingan di Pulau Dewata, sekaligus menunjukkan semangat toleransi dan kerukunan umat beragama. Berbagai kelompok masyarakat turut berpartisipasi dengan menampilkan atraksi budaya, pawai busana tradisional, serta pertunjukan seni yang mencerminkan keragaman identitas kultural di Bali. Kehadiran peserta dengan latar belakang berbeda menjadi simbol nyata bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya sebatas acara seremonial keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan antarwarga. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya penonton yang memadati jalur karnaval, menyambut setiap penampilan dengan tepuk tangan meriah dan sorak kegembiraan. Karnaval ini juga menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas seni sekaligus menjaga warisan tradisi yang melekat di masyarakat.
Kemeriahan karnaval budaya tersebut sekaligus menegaskan peran Bali sebagai ruang harmoni yang mampu merangkul perbedaan dalam suasana damai. Warga yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Dalung, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Badung dan Denpasar, menandakan bahwa acara ini berhasil menjadi magnet sosial yang mempererat silaturahmi lintas komunitas. Karnaval Budaya Maulid Nabi 1447 H ini juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat dan pemuka agama yang menilai kegiatan tersebut mampu menanamkan nilai-nilai religius, kebangsaan, serta solidaritas antarumat. Melalui karnaval ini, peringatan Maulid Nabi diharapkan dapat memberikan makna lebih dalam bagi masyarakat, yakni meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dengan cara menjaga kebersamaan, menghormati perbedaan, dan memperkuat gotong royong. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah, acara ini diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya memperingati hari besar Islam, tetapi juga mempromosikan nilai toleransi, seni budaya, dan persatuan di tengah kehidupan masyarakat Bali yang multikultural.










