
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menjadikan Bali, khususnya Denpasar, sebagai penghubung (hub) strategis antara Indonesia Timur dan rute internasional. Langkah ini diambil untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung Bali. Dengan posisi geografis yang strategis, Bali dinilai memiliki potensi besar sebagai titik transit utama bagi pergerakan penumpang dari dan menuju kawasan timur Indonesia.
Manajer Penjualan Garuda Indonesia Denpasar, Dewa Bagus Rendra Maha Putera, menyampaikan bahwa pihaknya akan memaksimalkan peran Denpasar sebagai salah satu hub internasional yang terintegrasi dengan wilayah timur, khususnya Papua. Strategi ini diharapkan dapat mempermudah akses perjalanan sekaligus meningkatkan efisiensi waktu tempuh bagi penumpang yang melakukan perjalanan lintas wilayah maupun internasional.
Sebagai bagian dari implementasi strategi tersebut, Garuda Indonesia membuka rute penerbangan Denpasar menuju Jayapura melalui pengoperasian rute Jakarta–Denpasar–Timika–Jayapura. Rute ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antara pusat ekonomi nasional dengan kawasan timur Indonesia, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan sektor pariwisata dan perdagangan di wilayah Papua.
Penerbangan pada rute tersebut dilayani sebanyak empat kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu dari Jakarta. Maskapai menggunakan armada Boeing 737-800NG yang memiliki kapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 150 kursi kelas ekonomi. Dengan frekuensi penerbangan yang cukup intensif, diharapkan mobilitas penumpang dan distribusi logistik dapat berjalan lebih lancar dan terjadwal dengan baik.
Melalui penguatan fungsi Bali sebagai hub internasional, Garuda Indonesia berharap dapat meningkatkan konektivitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan penerbangan regional. Kebijakan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam mendorong arus wisatawan serta memperluas aksesibilitas ke wilayah Indonesia Timur.









