Denpasar Bangkit: Warga, Pemerintah, dan TNI Bersatu dalam Gotong Royong Pascabanjir

banner 468x60

Suasana pagi di Jalan Pulau Biak II, Denpasar, Selasa (16/9/2025), menjadi saksi semangat kebersamaan luar biasa ketika warga, aparat pemerintah, dan personel TNI bahu-membahu membersihkan sisa lumpur, sampah, serta material banjir yang beberapa hari sebelumnya melanda wilayah perkotaan. Dengan peralatan sederhana mulai dari cangkul, sapu, hingga truk pengangkut sampah, mereka bergerak serentak menyingkirkan hambatan yang masih menyisakan aroma lumpur pekat dan menyelimuti jalanan. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, hadir langsung meninjau lokasi dan tak segan ikut menyapa warga serta menyemangati petugas. Ia menegaskan bahwa gotong royong menjadi kekuatan utama bagi masyarakat Bali dalam menghadapi bencana, karena di balik musibah selalu ada ruang untuk mempererat solidaritas. Bagi warga, banjir bukan hanya ujian fisik melainkan juga mental, namun kehadiran pemerintah bersama TNI memberi dorongan psikologis bahwa mereka tidak sendirian. Deretan relawan muda, kelompok adat, hingga organisasi kemasyarakatan juga tampak bergabung, memperlihatkan wajah Denpasar yang tidak hanya bertahan tetapi juga berusaha bangkit. Sembari membersihkan selokan dan jalan, percakapan ringan antara warga dan aparat menggambarkan optimisme bahwa kota ini akan segera pulih, terlebih dukungan logistik serta peralatan tambahan dari Pemkot Denpasar terus disalurkan agar proses pembersihan berjalan cepat dan merata.

Gotong royong ini bukan hanya aktivitas fisik semata, melainkan juga simbol pemulihan sosial yang memperlihatkan identitas Bali sebagai daerah yang selalu mengedepankan kebersamaan dalam suka maupun duka. “Ayo bergerak bersama, Denpasar pulih, Denpasar bangkit kembali,” seru Arya Wibawa, yang kemudian disambut teriakan penuh semangat para peserta gotong royong. Kehadiran TNI memberi kekuatan tambahan, baik dalam hal tenaga maupun koordinasi lapangan, sehingga jalannya kegiatan berlangsung tertib dan efisien. Warga yang sebelumnya diliputi rasa khawatir kini perlahan kembali menata kehidupan, mulai dari membuka usaha kecil yang sempat terhenti, menata kios, hingga mengembalikan aktivitas sekolah anak-anak mereka. Banjir yang melanda tidak hanya meninggalkan kerugian material, tetapi juga menyisakan trauma, sehingga aksi pembersihan ini sekaligus menjadi terapi kolektif untuk membangkitkan harapan baru. Denpasar, dengan segala dinamika perkotaan dan tekanan bencana alam, menunjukkan bahwa pemulihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil sinergi seluruh elemen. Optimisme ini kian menguat seiring langkah cepat pemerintah yang memastikan perbaikan infrastruktur, normalisasi saluran air, dan dukungan bantuan sosial bagi korban terdampak. Dari Jalan Pulau Biak II hingga pelosok banjar, denyut kehidupan masyarakat terus dipulihkan, memberi pesan tegas bahwa Denpasar tidak hanya sekadar bertahan dari bencana, tetapi juga siap bangkit dengan lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih bersatu.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *