BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Dimulai April, Diawali dari Wilayah Nusa Tenggara

banner 468x60

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Perubahan musim tersebut diperkirakan akan diawali dari kawasan Nusa Tenggara sebelum kemudian bergerak secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya. Informasi ini disampaikan sebagai bagian dari prakiraan iklim tahunan yang bertujuan memberikan gambaran kepada masyarakat serta pemangku kepentingan mengenai pola cuaca yang akan terjadi sepanjang tahun.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers di Kantor BMKG Jakarta pada Rabu (4/3), menjelaskan bahwa pada awal periode tersebut sebagian wilayah Indonesia akan mulai mengalami transisi menuju musim kemarau. Ia menyebutkan bahwa terdapat sekitar 114 zona musim yang diperkirakan memasuki musim kemarau pada bulan April, atau sekitar 16,3 persen dari total 699 zona musim yang tercatat di seluruh wilayah Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa proses peralihan musim akan berlangsung secara bertahap dan tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah.

Menurut BMKG, pola awal musim kemarau tahun ini akan dimulai dari wilayah timur Indonesia, khususnya Nusa Tenggara, sebelum kemudian bergerak secara perlahan ke arah barat. Pergerakan ini merupakan pola umum yang kerap terjadi dalam dinamika iklim di Indonesia, di mana perubahan musim biasanya dimulai dari wilayah yang lebih dekat dengan pusat sirkulasi atmosfer tropis sebelum meluas ke daerah lain. Dengan demikian, sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan akan mulai merasakan kondisi cuaca yang lebih kering secara bertahap setelah April.

Selain memaparkan waktu awal musim kemarau, BMKG juga memberikan gambaran mengenai periode puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, kondisi kemarau diprediksi akan mencapai intensitas tertinggi di beberapa wilayah, termasuk Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, serta sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Selain itu, daerah Bali, Nusa Tenggara, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta Pulau Papua juga diperkirakan akan mengalami puncak musim kemarau pada periode yang sama.

Informasi prakiraan musim ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi berbagai sektor dalam melakukan perencanaan kegiatan, termasuk sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat selama musim kemarau. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan iklim dari sumber resmi agar dapat mengantisipasi dampak perubahan musim dengan lebih baik. Dengan kesiapsiagaan yang memadai, diharapkan potensi risiko yang muncul selama musim kemarau dapat diminimalisasi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *