BUMN Pelindo Benoa, Denpasar, menegaskan bahwa Bali kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tujuan wisata utama yang dipromosikan oleh berbagai operator kapal pesiar internasional. General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gede Agung Mataram, dalam keterangannya di Denpasar pada Selasa (2/12), menyatakan bahwa minat perusahaan pelayaran dunia untuk memasukkan Bali dalam rute pelayaran mereka menunjukkan tingginya daya tarik Pulau Dewata sebagai destinasi wisata global. “Kami berkomitmen menjaga standar pelayanan yang unggul agar wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik selama kunjungan mereka,” ujarnya, menegaskan bahwa kesiapan fasilitas pelabuhan dan profesionalitas layanan menjadi faktor penting yang terus dikembangkan Pelindo. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya berfokus pada kenyamanan penumpang, tetapi juga mencakup efisiensi operasional, keamanan kapal, serta kelancaran proses bongkar muat logistik dan penumpang. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah operator kapal pesiar memutuskan untuk membuka pelayaran perdana mereka menuju Pelabuhan Benoa. Salah satu bukti konkret dari meningkatnya kepercayaan industri pelayaran terhadap Bali adalah kedatangan kapal pesiar Genting Dream pada Selasa sore, yang menandai salah satu momen penting dalam kalender kunjungan kapal pesiar internasional ke Indonesia.
Kapal pesiar Genting Dream, yang berbendera Nassau, tercatat memiliki ukuran jumbo dengan panjang mencapai 330 meter dan bobot 150.695 gross tonnage (GT). Kapal tersebut membawa 4.115 penumpang serta 1.796 awak kapal selama pelayaran dari Singapura menuju Bali. Kedatangannya di Pelabuhan Benoa pada pukul 17.00 WITA menjadi bukti nyata meningkatnya intensitas kunjungan kapal pesiar besar ke Bali dalam beberapa tahun terakhir. Menurut pihak Pelindo, Genting Dream bukan hanya sekadar kapal pesiar reguler, tetapi juga salah satu kapal berkapasitas besar yang mampu membawa wisatawan dalam jumlah masif dan menawarkan berbagai fasilitas hiburan kelas dunia. Kehadirannya memberi dampak ekonomi langsung bagi sektor pariwisata Bali, termasuk jasa transportasi, penyediaan logistik, layanan tur, dan aktivitas ekonomi lokal lainnya. Pelindo Benoa menyebut bahwa kunjungan kapal sebesar ini menjadi indikator keberhasilan transformasi Pelabuhan Benoa yang kini didorong untuk menjadi homeport maupun port of call unggulan dalam jaringan pelayaran internasional. Rencananya, setelah menyelesaikan agenda di Bali, Genting Dream akan bertolak pada 3 Desember 2025 pukul 02.00 WITA dan singgah terlebih dahulu di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, sebelum kembali menuju Singapura. Agung Mataram menegaskan bahwa pelabuhan di Bali utara tersebut juga tengah dipersiapkan untuk menampung lebih banyak kapal pesiar di masa depan sehingga distribusi kunjungan wisatawan ke wilayah Bali dapat lebih merata. Dengan meningkatnya frekuensi kedatangan kapal pesiar besar serta komitmen Pelindo dalam meningkatkan sarana dan prasarana pelabuhan, pemerintah berharap Bali semakin kompetitif dalam industri pelayaran internasional dan mampu memberikan pengalaman pariwisata terbaik bagi wisatawan mancanegara. Kunjungan Genting Dream menjadi salah satu bukti bahwa Bali tetap menjadi magnet utama wisata dunia, sekaligus menunjukkan kesiapan Pelindo Benoa dalam mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di Pulau Dewata.










