Kapal Pesiar Discovery Princess Tinggalkan Pelabuhan Benoa dan Melanjutkan Pelayaran Menuju Darwin, Australia

banner 468x60

Kapal pesiar Discovery Princess bertolak dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, pada Selasa sore (25/11) setelah menyelesaikan agenda kunjungan pariwisata selama beberapa hari di Bali. Keberangkatan kapal berbobot lebih dari 145.000 GT itu menjadi perhatian para wisatawan, pekerja pelabuhan, dan sejumlah warga yang sengaja datang untuk menyaksikan proses pelepasannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal mewah milik Princess Cruises tersebut memulai persiapan keberangkatan sejak siang, termasuk proses embarkasi dan pengecekan teknis rutin oleh awak kapal serta koordinasi akhir dengan pihak otoritas Pelabuhan Benoa. Keberangkatan Discovery Princess juga menandai aktivitas pelayaran internasional yang kian meningkat di Bali selama musim kunjungan akhir tahun, di mana sejumlah kapal serupa telah dijadwalkan singgah di Pelabuhan Benoa sebagai bagian dari rute Asia Pasifik. Selama bersandar di Bali, kapal pesiar ini membawa ratusan wisatawan mancanegara yang menjelajahi sejumlah destinasi populer seperti Ubud, Kuta, Sanur, dan Nusa Penida. Para wisatawan dikabarkan mengikuti berbagai paket perjalanan yang disiapkan biro perjalanan lokal, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi sektor pariwisata Bali, termasuk industri transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha UMKM. Otoritas pelabuhan menyebutkan bahwa kunjungan Discovery Princess turut meningkatkan perputaran ekonomi harian, terutama melalui jasa bongkar muat logistik, suplai kebutuhan kapal, serta layanan ground handling yang melibatkan ratusan pekerja lokal. Pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa mencatat tidak ada kendala berarti selama proses kedatangan maupun keberangkatan kapal, meskipun cuaca sempat berubah menjadi mendung pada sore hari. Setelah melewati pemeriksaan cuaca dan koordinasi navigasi, kapal akhirnya diizinkan meninggalkan dermaga dan mulai bergerak perlahan meninggalkan kawasan pelabuhan menuju perairan selatan Bali sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju Darwin, Australia. Rute pelayaran ini merupakan bagian dari itinerary lintas negara yang menghubungkan sejumlah kota pelabuhan di Asia Tenggara dan Australia. Menurut data operator kapal, Discovery Princess dijadwalkan tiba di Darwin dalam beberapa hari ke depan, tergantung kondisi angin dan gelombang yang diprediksi berubah-ubah selama periode ini.

Keberangkatan Discovery Princess pada Selasa sore juga menjadi indikator pulihnya industri kapal pesiar internasional yang pernah terhenti akibat pandemi beberapa tahun lalu. Kunjungan kapal-kapal besar seperti ini menjadi sinyal positif bagi pariwisata Bali yang kini kembali stabil dan menerima wisatawan dalam jumlah besar. Selain menguntungkan sektor pariwisata, aktivitas kapal pesiar di Pelabuhan Benoa turut mendorong optimalisasi fasilitas pelabuhan yang kini terus dibenahi agar mampu menampung kapal berukuran lebih besar dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan mancanegara. Otoritas Pelabuhan Benoa menyampaikan bahwa arus kunjungan kapal pesiar selama 2025 diprediksi terus meningkat, seiring dengan penetapan Bali sebagai salah satu destinasi unggulan bagi perusahaan pelayaran dunia. Di sisi lain, sejumlah pihak juga mengingatkan perlunya pengelolaan lingkungan dan sistem transportasi yang baik untuk mendukung peningkatan kedatangan wisatawan dalam jumlah besar. Mengingat kapal pesiar rata-rata membawa ribuan penumpang dan awak, lalu lintas menuju kawasan wisata utama harus ditata sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kepadatan. Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan koordinasi dengan KSOP, operator pelayaran, dan pelaku jasa pariwisata guna memastikan setiap kunjungan berlangsung tertib, aman, dan berdampak positif bagi masyarakat lokal. Meski Discovery Princess telah meninggalkan Bali dan melanjutkan pelayaran ke Darwin, jejak aktivitas ekonominya masih terasa oleh pelaku usaha setempat yang merasakan lonjakan permintaan selama kapal tersebut bersandar. Dengan semakin banyaknya kapal pesiar yang dijadwalkan singgah hingga akhir tahun, Bali diperkirakan akan terus menikmati manfaat dari sektor pelayaran internasional yang kini kembali menggeliat. Pemerintah pun berharap momentum ini dapat menjaga Bali tetap kompetitif sebagai destinasi kelas dunia dan memperkuat posisi Pelabuhan Benoa sebagai pintu gerbang kapal pesiar terbesar di Indonesia.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *