Gubernur Koster Klarifikasi Video Viral Sekda Bali, Tegaskan Donasi ASN Banjir Bersifat Sukarela

banner 468x60

Gubernur Bali Wayan Koster angkat bicara menanggapi viralnya rekaman video konferensi yang menampilkan Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra, tengah memarahi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemprov Bali. Potongan video tersebut ramai diperbincangkan karena memperlihatkan adanya teguran keras terhadap ASN terkait arahan pengumpulan donasi bagi korban banjir besar, yang sempat dipatok sesuai pangkat sehingga menimbulkan protes mengenai nominal iuran dan transparansi penggunaannya. Menjawab sorotan publik, Koster menegaskan bahwa pernyataan Sekda tidak dapat dipandang sebagai bentuk kemarahan semata, melainkan bagian dari tugas pembinaan pegawai yang menjadi kewenangannya. “Tidak menegur, tidak, beliaunya tidak negur. Beliau itu sekda sebagai pembina pegawai, wajar saja,” ujar Koster di Denpasar, Senin (22/9). Ia menambahkan, donasi yang dimaksud sejak awal bukan kewajiban resmi, melainkan bentuk gotong royong sukarela untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, narasi seolah-olah donasi itu bersifat paksaan merupakan hal yang keliru dan telah dibesar-besarkan.

Lebih jauh, Koster kembali menegaskan bahwa pengumpulan dana untuk korban banjir besar di Bali tidak diatur dalam ketentuan formal yang mengikat, melainkan murni partisipasi sukarela. Ia menyebut, pemerintah daerah tidak mempermasalahkan apabila ada ASN yang menyumbang dengan nominal di bawah patokan, bahkan jika tidak berkontribusi sekalipun. “Ini donasinya adalah sifatnya gotong royong sukarela, apa yang jadi masalah,” ujarnya. Klarifikasi ini sekaligus bertujuan meredam polemik yang sempat berkembang luas di media sosial, dengan menekankan bahwa semangat gotong royong jauh lebih penting daripada perdebatan mengenai angka. Koster berharap isu tersebut tidak lagi dipersoalkan agar fokus bersama dapat diarahkan pada pemulihan pascabanjir, terutama membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Menurutnya, solidaritas sosial merupakan kekuatan Bali dalam menghadapi bencana, sehingga narasi yang membelokkan semangat sukarela menjadi kesan paksaan justru berpotensi melemahkan gerakan kolektif yang sudah berjalan baik.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *