Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali pada Rabu (10/6). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan fasilitas yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah di Pulau Dewata.
Saat berada di lokasi, Jumhur menyampaikan bahwa proyek tersebut telah memiliki perencanaan yang matang dan ditargetkan dapat mulai beroperasi dalam waktu sekitar 15 bulan. “Saya rasa sudah ada perencanaan sampai 15 bulan, September tahun depan sudah bisa beroperasi,” ujarnya di Denpasar.
Lokasi yang ditinjau berada di lahan seluas sekitar 6 hektare di sisi barat TPA Suwung, tepatnya di kawasan Mangrove Arboretum Park. Kawasan ini direncanakan menjadi pusat pengolahan sampah modern yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik dari limbah yang diolah.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri LH juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek operasional dan dampak lingkungan. Ia meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan armada pengangkut sampah, termasuk standar kebersihan kendaraan yang akan beroperasi menuju lokasi PSEL.
Menurutnya, truk pengangkut sampah tidak boleh meninggalkan jejak sampah maupun cairan lindi di sepanjang jalur distribusi. Hal tersebut penting untuk mencegah munculnya bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, serta kekhawatiran masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan proyek.
PSEL Bali diharapkan menjadi salah satu proyek strategis dalam transformasi sistem pengelolaan sampah daerah. Selain membantu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir, fasilitas ini juga diproyeksikan menghasilkan energi listrik ramah lingkungan sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan di Bali.










